Kehadiran 75%
Untuk menjaga kehadiran 75%, kamu harus hadir setidaknya tiga dari setiap empat pertemuan, jadi boleh absen paling banyak satu kali untuk setiap tiga kali hadir. Pakai kalkulator untuk angkamu sendiri, atau lihat barismu di tabel di bawah.
Posisi kehadiranku sekarang?
Hitung semua pertemuan yang sudah berlangsung, termasuk yang kamu lewatkan.
Tabel kehadiran 75%
Untuk setiap jumlah pertemuan yang sudah berlangsung: minimal yang harus dihadiri agar tetap di 75%, dan maksimal yang boleh dilewatkan.
| Pertemuan berlangsung | Hadir minimal | Boleh absen maksimal |
|---|---|---|
| 10 | 8 | 2 |
| 15 | 12 | 3 |
| 20 | 15 | 5 |
| 25 | 19 | 6 |
| 30 | 23 | 7 |
| 35 | 27 | 8 |
| 40 | 30 | 10 |
| 45 | 34 | 11 |
| 50 | 38 | 12 |
| 55 | 42 | 13 |
| 60 | 45 | 15 |
Cara menghitung sendiri
hadir minimal = ⌈ berlangsung × 0,75 ⌉
boleh absen total = ⌊ berlangsung × 0,25 ⌋
Dengan 16 pertemuan: 16 × 0,75 = 12, jadi harus hadir minimal 12 kali dan boleh absen paling banyak 4. Dengan 30 pertemuan yang sudah berlangsung dan 24 kali hadir, kamu di 80% dan masih boleh absen 2 kali lagi: 24 dari 32 tepat 75%.
Dari mana aturan 75%?
Banyak perguruan tinggi di Indonesia mensyaratkan kehadiran minimal 75% agar mahasiswa boleh mengikuti ujian akhir semester, tetapi angkanya ditetapkan oleh masing-masing kampus dan ada yang memakai 80%. Jika kampusmu memakai angka lain, ubah target di kalkulator kehadiran.
Pertanyaan umum
Bagaimana cara menghitung 75% dari jumlah pertemuan?
Kalikan jumlah pertemuan dengan 0,75 lalu bulatkan ke atas. Untuk 14 pertemuan: 14 × 0,75 = 10,5, jadi minimal hadir 11 kali.
Apakah 74,5% dibulatkan menjadi 75%?
Hanya jika kampusmu menyatakan begitu. Banyak sistem presensi membandingkan persentase persis dengan 75 tanpa pembulatan, jadi anggap 74,5% di bawah batas kecuali aturan berkata lain.
Bagaimana kalau kehadiran di bawah 75%?
Tergantung kampus. Akibat yang umum adalah tidak boleh mengikuti ujian akhir mata kuliah tersebut. Cek peraturan akademik kampusmu.